Beberapa hari di dalam kesibukan
Wednesday, March 25, 2009
Sudah 3 hari (kerja) berlalu, tanpa terasa liburan musim semi hampir berakhir. Sebelum liburan mulai saya berharap kalau banyak kegiatan yang saya bisa kerjakan. Ternyata setelah liburan berjalan, rencana selalu melenceng. Gak jauh, tapi yang terpikirkan sebelumnya belum terpenuhi :)
Rencana untuk bermain bowling belum sempat. Sudah ada panggilan untuk membantu membuat kukis untuk acara peringatan seorang anggota gereja yang baru meninggal. Saya diminta membuatnya untuk hari Minggu ini, padahal dalam hati ada satu teman yang akan berulang tahun akhir minggu ini juga yang saya janjikan untuk mengirim setoples kukis. Yah...kamu harus tunggu dulu. Saya tidak merasa keberatan untuk membantu acara gereja, buat saya ini adalah satu jalan untuk menyumbang belas kasihan kepada keluarga yang ditinggal pergi.
Hujan pun masih kadang datang kembali. Untungnya 2 hari yang lalu kami masih dikasih kesempatan untuk jalan pagi di satu taman kota yang tidak jauh dari rumah kami. Taman ini sangat luas dan berakhir di tepi sungai Willamette, dari situ jalanan setapak bisa ditelusuri sepanjang tepi sungai. Di tengah-tengah hutan yang kami lalui banyak terlihat bunga Trillium yang khas terdapat di Oregon, mulai berbunga. Ini tandanya musim semi telah berjalan.
Kemarin saya ajak Nathaniel jalan kaki di lapangan lari sekolah menengah. Sempat dia berjalan selama 1 mile sebelum dia minta berhenti. Ya sudah, dia saya suruh duduk di tempat duduk terbuka selama menunggu saya selesai. Kemana suami? Dia tertinggal di rumah karena sedang membuat laporan pajak untuk bulan depan. Sampai terpusing-pusing dia mengerjakan itu, hampir setiap tahun kesannya selalu sama :)
Beberapa minggu yang lalu suami saya dicabut giginya, dan sampai sekarang masih merasakan betapa nyut-nyutnya bekas operasinya. Sakit giginya bukan masalah yang sepele rupanya, karena saya belum pernah mengalami kejadian seperti itu. Dengan sakit giginya ini, rencana berlibur keluar kota kami pun batal. Sangat disayangkan kalau pembayaran asuransi dokter gigi dari perusahaan dia itu kecil. Ah, beginilah nasib kami...
Di lain pihak, kami berdua sedang berangan-angan yang muluk. Apakah angan-angan itu? Belum berani saya ungkapkan, tetapi seandainya itu terlaksana betapa bahagianya kami. Setiap langkah hidup saya mau rasanya terbang ke jajakan negara lain, membayangkan sesuatu yang belum pernah kami rasakan. Tetapi angan-angan ini akan membawa kenangan yang indah tentunya, siapa tau.
Satu berita sedih yang saya terima beberapa hari yang lalu. Adik dari almarhum opa saya telah berpulang ke rumah Yang Maha Kuasa. Dia seseorang yang hidup hanya hidup dalam kenangan saya setelah saya pindah jauh. Ada penyesalan kalau ternyata penyakit yang dia derita bisa dicegah seandainya dia rajin ke dokter. Tapi nasi telah menjadi bubur, begitu kata petuah lama. Hidup ini bisa hilang dalam sekejap. Kebetulan sekali pernyataan itu saya dapat dari buku yang habis saya baca, The Year of Magical Thinking oleh Joan Didion.
Selain itu, saya mampu menyelesaikan satu buku lagi, Chinese Lessons oleh John Pomfret. Buku yang sangat menarik, dari situ saya belajar bagaimana kehidupan orang Cina yang diatur oleh pemerintah komunis. Kalau dipikir, kasihan mereka yang tinggal di negara itu, jalan hidupnya diatur oleh pemerintah dan kemana arahnya bisa berganti-ganti. Yang ada hanya kesengsaraan, penderitaan, hilangnya nilai akhlak, dan kebencian antara manusia. Dua buku sudah menanti lagi, mudah-mudahan saya masih bisa bernafas diantara kesibukan.
[get this widget]
Rencana untuk bermain bowling belum sempat. Sudah ada panggilan untuk membantu membuat kukis untuk acara peringatan seorang anggota gereja yang baru meninggal. Saya diminta membuatnya untuk hari Minggu ini, padahal dalam hati ada satu teman yang akan berulang tahun akhir minggu ini juga yang saya janjikan untuk mengirim setoples kukis. Yah...kamu harus tunggu dulu. Saya tidak merasa keberatan untuk membantu acara gereja, buat saya ini adalah satu jalan untuk menyumbang belas kasihan kepada keluarga yang ditinggal pergi.
Hujan pun masih kadang datang kembali. Untungnya 2 hari yang lalu kami masih dikasih kesempatan untuk jalan pagi di satu taman kota yang tidak jauh dari rumah kami. Taman ini sangat luas dan berakhir di tepi sungai Willamette, dari situ jalanan setapak bisa ditelusuri sepanjang tepi sungai. Di tengah-tengah hutan yang kami lalui banyak terlihat bunga Trillium yang khas terdapat di Oregon, mulai berbunga. Ini tandanya musim semi telah berjalan.
Kemarin saya ajak Nathaniel jalan kaki di lapangan lari sekolah menengah. Sempat dia berjalan selama 1 mile sebelum dia minta berhenti. Ya sudah, dia saya suruh duduk di tempat duduk terbuka selama menunggu saya selesai. Kemana suami? Dia tertinggal di rumah karena sedang membuat laporan pajak untuk bulan depan. Sampai terpusing-pusing dia mengerjakan itu, hampir setiap tahun kesannya selalu sama :)
Beberapa minggu yang lalu suami saya dicabut giginya, dan sampai sekarang masih merasakan betapa nyut-nyutnya bekas operasinya. Sakit giginya bukan masalah yang sepele rupanya, karena saya belum pernah mengalami kejadian seperti itu. Dengan sakit giginya ini, rencana berlibur keluar kota kami pun batal. Sangat disayangkan kalau pembayaran asuransi dokter gigi dari perusahaan dia itu kecil. Ah, beginilah nasib kami...
Di lain pihak, kami berdua sedang berangan-angan yang muluk. Apakah angan-angan itu? Belum berani saya ungkapkan, tetapi seandainya itu terlaksana betapa bahagianya kami. Setiap langkah hidup saya mau rasanya terbang ke jajakan negara lain, membayangkan sesuatu yang belum pernah kami rasakan. Tetapi angan-angan ini akan membawa kenangan yang indah tentunya, siapa tau.
Satu berita sedih yang saya terima beberapa hari yang lalu. Adik dari almarhum opa saya telah berpulang ke rumah Yang Maha Kuasa. Dia seseorang yang hidup hanya hidup dalam kenangan saya setelah saya pindah jauh. Ada penyesalan kalau ternyata penyakit yang dia derita bisa dicegah seandainya dia rajin ke dokter. Tapi nasi telah menjadi bubur, begitu kata petuah lama. Hidup ini bisa hilang dalam sekejap. Kebetulan sekali pernyataan itu saya dapat dari buku yang habis saya baca, The Year of Magical Thinking oleh Joan Didion.
Selain itu, saya mampu menyelesaikan satu buku lagi, Chinese Lessons oleh John Pomfret. Buku yang sangat menarik, dari situ saya belajar bagaimana kehidupan orang Cina yang diatur oleh pemerintah komunis. Kalau dipikir, kasihan mereka yang tinggal di negara itu, jalan hidupnya diatur oleh pemerintah dan kemana arahnya bisa berganti-ganti. Yang ada hanya kesengsaraan, penderitaan, hilangnya nilai akhlak, dan kebencian antara manusia. Dua buku sudah menanti lagi, mudah-mudahan saya masih bisa bernafas diantara kesibukan.
[get this widget]
8 Comments:
wah di sin belom spring break liz.. telat ya..
commented by
lisa, Wednesday, March 25, 2009 6:17:00 PM PDT
lisa, Wednesday, March 25, 2009 6:17:00 PM PDT
ah Liz... nggak segitunya pas baca yng paragraf terakhir. memang jalan hidup seperti diatur pemerintah. yg paling kentara hanya boleh punya 1 anak, kecuali pasangan yg punya syarat tertentu boleh punya 2 anak. atau lebih (kalo kembar). nilai akhlak kayaknya gak hilanglah di khalayak umum. pengecualian di masalah aborsi (krn rakyat gak punya choice .. hanya boleh punya 1 anak. sebenarnya ada cara, KB yang bener dong.tapi KB kan juga bisa kebobolan). hanya kalangan2 tertentu aja, khususnya yg pengen dpt uang banyak dg jalan pintas. kalo kita bicara telur palsu, susu bubuk 'beracun' dll.. baru2 ini johnson & johnson (perush punya orang america) ditemukan produknya shampoo (yg kuning, tidak perih di mata itu lho..), bath foam dan face-cream mengandung zat yg dpt menyebabkan kanker. atau di jakarta gorengan dicampur plastik, limbah makanan daging dari restoran hotel diolah ulang dijual lagi dlm bentuk makanan, formalin pada ikan asin, dll. kebencian antar manusia, kayaknya nggak aku rasakan sama sekali secara umum dan dalam keseharian. tentunya jangan ambil kasus berita kriminal, karena berita kriminal di setiap negara pasti ada. jaman dulu mungkin iya, sebelum era keterbukaan. jaman sekarang segala fasilitas umum sangat memperhatikan manusia, jalan2 ada jalur untuk orang cacat, lampu merah juga mulai ada yg bisa untuk orang buta, kamar mandi banyak yg menyediakan utk orang cacat. orang2 tua (gak semua) diberi pekerjaan. pemerintah cukup strict soal dana pensiun. untuk masyarakat tua yang gak berpenghasilan, ada jaminan sosialnya dari pemerintah (tapi yah mesti urus formalitas).para orang tua usia 70 tahun ke atas naik bus, naik taksi pun gratis.
biaya dokter di sini gak mahal. kalo anakku berobat, biaya administrasi (ambil nomor urut) hanya sekitar US1. untuk dokter gak dipungut biaya lagi. setelah itu cukup biaya obat. juga gak mahal macam kalo di indo. paling 1 resep untuk anak sakit batuk pilek kira2 US$2-6.
pemerintah banyak membangun taman2 kota yg gak dipungut biaya untuk masuk. di situ banyak orang tua yg duduk santai, memainkan alat musik, main kartu, main mahjong, atau jaga cucu, senam taichi atau menari rame2.
ketika badai salju, pemerintah mengerahkan semua tentara untuk membantu rakyat yang terjebak salju. memberikan pasokan makanan. ketika gempa juga, segenap sumbangan langsugn mengalir dari seluruh negara.
biaya pendidikan murah. dari SD-SMP gratis uang sekolah. hanya saja buku dan beberapa biaya mesti keluar sendiri. tapi gak gede-gede amat. terjangkau buat yg gak punya uang.
mau cerita juga soal buruh di kantorku, yg diterima bukan upah minimum lho. terus semua buruh bisa menikmati 5 social insurance + 1 housing fund, sama persentasenya dengan para pekerja kerah putih. makan siang dengan lauk yang sama persis dengan kita yg di office. kalo ada hari besar, kantor dan komisi pekerja bagi2 ampao, buruh dan karyawan office mendapatkan jumlah ampao yg sama. apalagi jaman belum ada bus kantor, buruh yg lembur, pulang boleh naik taksi dan reimburse ke kantor. sering dimanfaatin, dg naik bus, tapi reimburse taksi.
kalo kayak gitu..sekarang ini apa rakyat secara umum bener2 menderita? nggak lho.
atau yang ditulis John Pomfret itu jaman dulu kali yah?
tentu saja korupsi/KKN tetap ada, di negara mana yang tidak ada korupsi?
sori..komennya jadi panjang banget.
biaya dokter di sini gak mahal. kalo anakku berobat, biaya administrasi (ambil nomor urut) hanya sekitar US1. untuk dokter gak dipungut biaya lagi. setelah itu cukup biaya obat. juga gak mahal macam kalo di indo. paling 1 resep untuk anak sakit batuk pilek kira2 US$2-6.
pemerintah banyak membangun taman2 kota yg gak dipungut biaya untuk masuk. di situ banyak orang tua yg duduk santai, memainkan alat musik, main kartu, main mahjong, atau jaga cucu, senam taichi atau menari rame2.
ketika badai salju, pemerintah mengerahkan semua tentara untuk membantu rakyat yang terjebak salju. memberikan pasokan makanan. ketika gempa juga, segenap sumbangan langsugn mengalir dari seluruh negara.
biaya pendidikan murah. dari SD-SMP gratis uang sekolah. hanya saja buku dan beberapa biaya mesti keluar sendiri. tapi gak gede-gede amat. terjangkau buat yg gak punya uang.
mau cerita juga soal buruh di kantorku, yg diterima bukan upah minimum lho. terus semua buruh bisa menikmati 5 social insurance + 1 housing fund, sama persentasenya dengan para pekerja kerah putih. makan siang dengan lauk yang sama persis dengan kita yg di office. kalo ada hari besar, kantor dan komisi pekerja bagi2 ampao, buruh dan karyawan office mendapatkan jumlah ampao yg sama. apalagi jaman belum ada bus kantor, buruh yg lembur, pulang boleh naik taksi dan reimburse ke kantor. sering dimanfaatin, dg naik bus, tapi reimburse taksi.
kalo kayak gitu..sekarang ini apa rakyat secara umum bener2 menderita? nggak lho.
atau yang ditulis John Pomfret itu jaman dulu kali yah?
tentu saja korupsi/KKN tetap ada, di negara mana yang tidak ada korupsi?
sori..komennya jadi panjang banget.
lisa--kebanyakan yg di midwest/east coast itu lebih deket ke easter spring break nya...
yenny--dia nulis dari jaman dia sekolah, thn 80-an sampe 4 thn yg lalu koq. karena dia dulunya sekolah univ di nanjing & punya temen kuliah yg dia ikutin hidupnya sampe sekarang. dia kerja di washington post dulunya dan kepala cabang di beijing, skrg udah gak. yg dia cerita ya campur2, dari keluarga temen2nya yg waktu jaman cultural revolution, jamannya mao, jamannya den xiaoping, jaman hu jintao, dll. ceritanya jg mengenai dari rakyat miskin menjadi rakyat kaya, partai komunis yg tadinya anti capitalis, menjadi partai yg tetep komunis dan memperbolehkan kapitalis, penderitaan temen2nya yg orgtuanya dibunuh partai, yg hidupnya exile di negara lain, dll. ya banyak lah, kalo elo mau tau coba aja cari bukunya. gue bukannya bilang semua yg terjadi di cina itu jelek apalagi skrg udah banyak berubah jg, tapi kenyataannya memang partai komunis di cina itu dg tidak langsung mengatur gaya hidup rakyatnya. jgn disalahkan si penulis karena dg menulis buku ini dia menyatakan cintanya kepada cina tetapi dia menyesalkan tindakan pemerintah komunis pada hal2 tertentu, dan dia pun nikah dg org cina.
yenny--dia nulis dari jaman dia sekolah, thn 80-an sampe 4 thn yg lalu koq. karena dia dulunya sekolah univ di nanjing & punya temen kuliah yg dia ikutin hidupnya sampe sekarang. dia kerja di washington post dulunya dan kepala cabang di beijing, skrg udah gak. yg dia cerita ya campur2, dari keluarga temen2nya yg waktu jaman cultural revolution, jamannya mao, jamannya den xiaoping, jaman hu jintao, dll. ceritanya jg mengenai dari rakyat miskin menjadi rakyat kaya, partai komunis yg tadinya anti capitalis, menjadi partai yg tetep komunis dan memperbolehkan kapitalis, penderitaan temen2nya yg orgtuanya dibunuh partai, yg hidupnya exile di negara lain, dll. ya banyak lah, kalo elo mau tau coba aja cari bukunya. gue bukannya bilang semua yg terjadi di cina itu jelek apalagi skrg udah banyak berubah jg, tapi kenyataannya memang partai komunis di cina itu dg tidak langsung mengatur gaya hidup rakyatnya. jgn disalahkan si penulis karena dg menulis buku ini dia menyatakan cintanya kepada cina tetapi dia menyesalkan tindakan pemerintah komunis pada hal2 tertentu, dan dia pun nikah dg org cina.
selalu gitu ya liz...
aku jadi inget acara liburan akhir tahun kemarin. dari jauh2 hari kayaknya udah banyaaakkkk banget rencana yang disusun. pengen ini, pengen ke situ...
eh, taunya.... liburan berakhir tanpa kerasa :(
dan kita ga sempet ngapa2in kayakny :-P
aku jadi inget acara liburan akhir tahun kemarin. dari jauh2 hari kayaknya udah banyaaakkkk banget rencana yang disusun. pengen ini, pengen ke situ...
eh, taunya.... liburan berakhir tanpa kerasa :(
dan kita ga sempet ngapa2in kayakny :-P
lesca--iya les...selalu begitu. biar libur 2 1/2 bln jg nih, tetep aja ujungn2ya masih banyak yg belum dikerjain.
liz...how are you..dah lama gak denger kabar loe.
jadi spring break gak kemana mana yah?
disini juga musim tax, sampe akhir maret ini semua pada sibuk. Disana sampe kapan deadline-nya?
jadi spring break gak kemana mana yah?
disini juga musim tax, sampe akhir maret ini semua pada sibuk. Disana sampe kapan deadline-nya?
Liz, semoga angan2nya menjadi kenyataan yah... biar ikut bahagia yg dengernya nih :-)
monica--gue masih disini koq Mon :D disini deadline tgl 15 April tuh...
Liza--moga2 deh, thank you :D
Liza--moga2 deh, thank you :D

